BAB 4 Pengembangan Komunitas melalui Nilai Kearifan Lokal
Quiz Summary
0 of 30 Questions completed
Questions:
Information
You have already completed the quiz before. Hence you can not start it again.
Quiz is loading…
You must sign in or sign up to start the quiz.
You must first complete the following:
Results
Results
0 of 30 Questions answered correctly
Your time:
Time has elapsed
You have reached 0 of 0 point(s), (0)
Earned Point(s): 0 of 0, (0)
0 Essay(s) Pending (Possible Point(s): 0)
Categories
- Not categorized 0%
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
- 6
- 7
- 8
- 9
- 10
- 11
- 12
- 13
- 14
- 15
- 16
- 17
- 18
- 19
- 20
- 21
- 22
- 23
- 24
- 25
- 26
- 27
- 28
- 29
- 30
- Current
- Review
- Answered
- Correct
- Incorrect
-
Question 1 of 30
1. Question
Teori Sistem Dunia menjelaskan pembagian negara ke dalam kelompok inti, semiperiferi, dan periferi. Dalam konteks globalisasi modern, jika sebuah negara periferi mulai beralih dari pengekspor bahan mentah menjadi produsen barang jadi dengan nilai tambah, tetapi masih bergantung pada pasar negara inti, apa dampak paling mungkin yang terjadi pada struktur ekonomi global?
CorrectIncorrect -
Question 2 of 30
2. Question
Dalam Teori Sistem Dunia, hubungan antara negara inti, semiperiferi, dan periferi sangat dipengaruhi oleh dinamika politik dan ekonomi global. Bagaimana perubahan besar dalam akses teknologi dan informasi, seperti perkembangan internet dan digitalisasi, dapat mengubah relasi antara negara-negara semiperiferi dan negara periferi dalam konteks globalisasi?
CorrectIncorrect -
Question 3 of 30
3. Question
Kelompok transformasionalis dalam teori globalisasi percaya bahwa globalisasi adalah proses yang tidak dapat dihindari, namun dampaknya kompleks dan tidak pasti. Jika negara berkembang mencoba menavigasi globalisasi dengan cara beradaptasi terhadap perubahan ekonomi global, namun tetap mempertahankan nilai-nilai lokal, apa tantangan utama yang mungkin mereka hadapi?
CorrectIncorrect -
Question 4 of 30
4. Question
George Ritzer dalam konsep McDonaldization menjelaskan bagaimana prinsip-prinsip yang digunakan dalam bisnis cepat saji diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat. Jika McDonaldization terus berlanjut dalam masyarakat global, dampak jangka panjang apa yang paling mungkin terjadi pada keanekaragaman budaya lokal?
CorrectIncorrect -
Question 5 of 30
5. Question
Salah satu kritik terhadap neoliberalisme adalah bahwa kebijakan pasar bebas yang diusungnya sering kali memperdalam kesenjangan ekonomi antarnegara. Dalam konteks negara berkembang, kebijakan neoliberalisme sering mendorong privatisasi dan deregulasi. Apa risiko terbesar yang dihadapi negara berkembang jika kebijakan tersebut diterapkan tanpa regulasi yang tepat?
CorrectIncorrect -
Question 6 of 30
6. Question
Dalam diskursus globalisasi, internasionalisasi dipahami sebagai proses di mana hubungan antarnegara semakin dalam dan terintegrasi melalui perdagangan, investasi, teknologi, dan kebijakan lintas batas. IMF dan WTO, sebagai lembaga keuangan dan perdagangan internasional, sering kali berperan penting dalam mendorong internasionalisasi ini. Negara-negara berkembang kerap dipaksa untuk mengikuti aturan yang ditetapkan oleh lembaga-lembaga tersebut agar mendapatkan akses terhadap pasar global. Di satu sisi, negara-negara ini mendapat manfaat dari perdagangan bebas dan investasi asing, namun di sisi lain, mereka juga menghadapi tantangan dalam mempertahankan kedaulatan ekonomi karena harus beradaptasi dengan kebijakan global yang sering kali lebih menguntungkan negara-negara maju. Sering kali, kebijakan-kebijakan tersebut memerlukan privatisasi sektor publik, pengurangan subsidi, dan penghapusan proteksi terhadap industri lokal, yang dapat melemahkan ekonomi domestik. Bagaimana internasionalisasi, dalam konteks peran lembaga internasional seperti IMF dan WTO, dapat melemahkan kedaulatan ekonomi negara berkembang, terutama dalam kebijakan domestik yang harus mereka adopsi?
CorrectIncorrect -
Question 7 of 30
7. Question
Salah satu efek penting dari globalisasi adalah liberalisasi ekonomi, yaitu pembukaan pasar dan penghapusan hambatan tarif serta proteksi untuk mempercepat arus perdagangan internasional. Negara-negara berkembang sering kali dihadapkan pada dilema dalam menghadapi liberalisasi. Di satu sisi, liberalisasi ekonomi dapat mendatangkan investasi asing dan akses ke pasar global. Namun, di sisi lain, liberalisasi juga membuka pintu bagi masuknya perusahaan multinasional yang mampu bersaing secara tidak adil dengan industri domestik. Perusahaan-perusahaan lokal yang lebih kecil sering kali kesulitan bersaing dengan perusahaan multinasional yang memiliki teknologi lebih maju, modal lebih besar, dan jangkauan pasar yang lebih luas. Akibatnya, terjadi deindustrialisasi di beberapa negara berkembang, di mana sektor manufaktur lokal mengalami penurunan, sementara negara semakin bergantung pada impor produk dari luar negeri. Bagaimana liberalisasi ekonomi mempengaruhi industri lokal di negara berkembang, terutama dalam kaitannya dengan daya saing perusahaan multinasional?
CorrectIncorrect -
Question 8 of 30
8. Question
Dalam globalisasi, salah satu fenomena penting adalah deteritorialisasi, yaitu proses di mana batas-batas fisik dan geografis negara menjadi semakin kabur akibat teknologi dan mobilitas global. Fenomena ini mencakup arus bebas barang, informasi, dan tenaga kerja melintasi batas-batas negara, yang didorong oleh kemajuan dalam teknologi komunikasi dan transportasi. Deteritorialisasi tidak hanya berdampak pada ekonomi global, tetapi juga memiliki implikasi sosial dan politik yang mendalam. Negara-negara menjadi semakin sulit mengontrol arus informasi, terutama dengan adanya platform digital yang beroperasi lintas batas. Dalam konteks budaya, deteritorialisasi juga berarti bahwa budaya-budaya lokal semakin terpapar oleh budaya global, yang sering kali menyebabkan homogenisasi budaya dan hilangnya identitas lokal. Bagaimana konsep deteritorialisasi dalam globalisasi memengaruhi kedaulatan budaya dan politik suatu negara?
CorrectIncorrect -
Question 9 of 30
9. Question
Ulrich Beck menyoroti bagaimana globalisasi tidak hanya memengaruhi ekonomi global, tetapi juga menciptakan ketidakpastian dan risiko bagi negara-negara berkembang. Dalam teorinya, Beck berpendapat bahwa negara-negara berkembang sering kali menjadi bagian dari sistem ekonomi global yang asimetris, di mana mereka diposisikan sebagai pemasok bahan mentah dan tenaga kerja murah, sementara negara-negara maju mengendalikan sektor-sektor industri dan teknologi yang lebih menguntungkan. Hal ini memperparah ketimpangan antara negara maju dan berkembang, karena negara-negara berkembang tidak memiliki akses yang setara terhadap teknologi canggih dan investasi yang diperlukan untuk mengembangkan industri domestik mereka. Beck juga menyoroti bahwa globalisasi memaksa negara berkembang untuk mengintegrasikan diri ke dalam sistem ekonomi global dengan sedikit kontrol atas kebijakan ekonomi mereka sendiri, karena mereka bergantung pada modal asing dan pasar internasional.
Menurut Ulrich Beck, bagaimana ketergantungan struktural negara berkembang terhadap negara maju dalam sistem ekonomi global memperparah ketimpangan ekonomi internasional?CorrectIncorrect -
Question 10 of 30
10. Question
Salah satu aspek globalisasi budaya yang menonjol adalah westernisasi, yaitu proses di mana nilai-nilai, gaya hidup, dan budaya Barat menyebar ke berbagai negara di luar Eropa dan Amerika Utara. Westernisasi sering kali dianggap sebagai ancaman terhadap budaya lokal, terutama di negara-negara berkembang, di mana budaya Barat yang mendominasi dapat menggeser tradisi dan nilai-nilai lokal. Namun, ada pula argumen yang menyatakan bahwa globalisasi tidak selalu menyebabkan homogenisasi budaya, melainkan mendorong terbentuknya budaya hybrid, di mana elemen lokal dan global saling mempengaruhi dan berinteraksi. Dalam beberapa kasus, westernisasi memicu adopsi aspek-aspek positif dari budaya global tanpa sepenuhnya menggantikan budaya lokal. Bagaimana westernisasi dalam globalisasi memengaruhi identitas budaya lokal, dan bagaimana konsep budaya hybrid dapat menjadi solusi untuk melestarikan nilai-nilai lokal?
CorrectIncorrect -
Question 11 of 30
11. Question
Perkembangan teknologi digital tidak hanya meningkatkan efisiensi ekonomi, tetapi juga mendorong globalisasi budaya. Bagaimana globalisasi budaya yang didorong oleh teknologi digital memengaruhi identitas budaya lokal di berbagai negara?
CorrectIncorrect -
Question 12 of 30
12. Question
Jan van Dijk menekankan bahwa teknologi digital menciptakan lingkungan interaktif di mana individu tidak hanya menjadi penerima informasi pasif. Namun, fenomena ‘echo chamber’ di media sosial justru dapat mempersempit pandangan individu. Bagaimana fenomena ‘echo chamber’ berdampak pada pembentukan opini publik di era digital?
CorrectIncorrect -
Question 13 of 30
13. Question
Di era digital, data pribadi menjadi komoditas yang sangat berharga. Bagaimana penggunaan data pribadi oleh perusahaan teknologi dapat berdampak negatif pada masyarakat jika tidak diatur dengan baik?
CorrectIncorrect -
Question 14 of 30
14. Question
Perkembangan teknologi digital dalam bentuk media sosial telah mempercepat penyebaran informasi. Namun, penyebaran informasi palsu atau hoaks juga semakin meningkat. Mengapa penyebaran hoaks lebih sulit dikendalikan di era digital dibandingkan media tradisional?
CorrectIncorrect -
Question 15 of 30
15. Question
Salah satu tantangan utama dalam dunia kerja di era digital adalah pengangguran teknologi. Apa dampak dari pengangguran teknologi (technological unemployment) terhadap struktur sosial ekonomi di masyarakat?
CorrectIncorrect -
Question 16 of 30
16. Question
Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam struktur tenaga kerja di seluruh dunia. Otomatisasi dan kecerdasan buatan (AI) menggantikan banyak pekerjaan manual dan rutin, terutama di sektor manufaktur dan jasa. Meskipun teknologi ini meningkatkan produktivitas dan efisiensi, dampaknya terhadap tenaga kerja cukup signifikan, terutama bagi pekerja yang tidak memiliki keterampilan digital. Di banyak negara berkembang, pengangguran teknologi mulai menjadi masalah serius, karena pekerja manual yang tidak memiliki keterampilan digital menghadapi risiko kehilangan pekerjaan. Selain itu, ada pergeseran besar dalam kebutuhan keterampilan, di mana pekerja dengan kemampuan digital dan teknologi lebih dihargai di pasar kerja, sementara pekerjaan yang bersifat manual semakin sedikit tersedia. Bagaimana otomatisasi dan kecerdasan buatan (AI) memengaruhi struktur tenaga kerja di negara berkembang, dan mengapa pengangguran teknologi menjadi masalah utama dalam era digital?
CorrectIncorrect -
Question 17 of 30
17. Question
Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dengan meningkatnya penggunaan media sosial dan platform digital. Di satu sisi, media sosial telah memperluas akses informasi dan mempermudah komunikasi, sehingga memungkinkan masyarakat untuk terhubung secara global. Namun, di sisi lain, muncul fenomena “echo chamber” atau ruang gema, di mana algoritma media sosial cenderung memperlihatkan informasi yang sesuai dengan preferensi pengguna, yang mempersempit pandangan mereka. Akibatnya, masyarakat sering kali hanya terpapar pada sudut pandang yang serupa dengan keyakinan mereka sendiri, memperparah polarisasi politik dan sosial. Hal ini menimbulkan tantangan besar dalam memastikan akses ke informasi yang seimbang dan kredibel di era digital. Bagaimana fenomena “echo chamber” di media sosial memengaruhi pandangan masyarakat terhadap isu-isu sosial dan politik, dan mengapa hal ini menjadi masalah dalam perkembangan masyarakat digital?
CorrectIncorrect -
Question 18 of 30
18. Question
Perkembangan teknologi digital juga telah mengubah cara pendidikan diakses oleh masyarakat di seluruh dunia. Pembelajaran daring (e-learning) menjadi semakin populer, terutama dengan kemajuan platform pembelajaran digital yang memungkinkan akses ke pendidikan dari mana saja dan kapan saja. E-learning tidak hanya menawarkan fleksibilitas waktu dan tempat, tetapi juga memungkinkan siswa di daerah terpencil untuk mengakses materi yang sebelumnya sulit dijangkau. Namun, tantangan besar dalam implementasi e-learning adalah kesenjangan digital—di mana tidak semua siswa memiliki akses yang memadai terhadap perangkat teknologi dan konektivitas internet yang stabil. Masalah ini terutama terlihat di negara-negara berkembang, di mana infrastruktur digital yang terbatas dapat menghambat akses yang setara terhadap pendidikan. Bagaimana e-learning dapat memperluas akses pendidikan di era digital, dan apa tantangan utama yang harus diatasi untuk memastikan inklusi digital yang lebih merata di negara-negara berkembang?
CorrectIncorrect -
Question 19 of 30
19. Question
Di era digital, fintech (financial technology) telah menjadi salah satu inovasi terbesar dalam dunia keuangan, terutama di negara-negara berkembang. Fintech menawarkan layanan keuangan yang mudah diakses melalui perangkat mobile, seperti dompet digital, pinjaman online, dan layanan pembayaran. Hal ini memungkinkan masyarakat yang sebelumnya tidak memiliki akses ke perbankan tradisional untuk memanfaatkan layanan keuangan dengan lebih mudah. Inklusi keuangan menjadi salah satu tujuan utama fintech, dengan memberikan layanan kepada kelompok masyarakat yang sebelumnya sulit dijangkau oleh lembaga perbankan, seperti masyarakat pedesaan dan pekerja informal. Namun, meskipun fintech memberikan solusi bagi inklusi keuangan, muncul kekhawatiran tentang keamanan data pribadi dan potensi penyalahgunaan informasi oleh platform fintech. Bagaimana fintech dapat meningkatkan inklusi keuangan di negara berkembang, dan apa tantangan utama yang dihadapi dalam mengamankan data pribadi pengguna fintech?
CorrectIncorrect -
Question 20 of 30
20. Question
Kemajuan teknologi digital tidak hanya membawa peluang, tetapi juga tantangan besar, terutama terkait dengan ketergantungan yang tinggi pada teknologi. Ketergantungan ini telah menciptakan masalah sosial baru, seperti kecanduan internet dan media sosial, yang memengaruhi kesehatan mental dan hubungan sosial. Banyak individu, terutama generasi muda, semakin tergantung pada perangkat digital untuk berkomunikasi dan mengakses informasi, sehingga mengurangi interaksi tatap muka dan memperburuk isolasi sosial. Selain itu, eksposur berlebihan terhadap media sosial dapat menyebabkan kecemasan, depresi, dan perasaan tidak aman akibat perbandingan sosial yang terus-menerus. Dalam konteks ini, penting bagi masyarakat untuk mencari keseimbangan antara penggunaan teknologi dan interaksi sosial langsung agar dampak negatif dari ketergantungan ini dapat diminimalkan. Bagaimana ketergantungan yang tinggi pada teknologi digital dapat memengaruhi kesehatan mental dan hubungan sosial di era digital, dan mengapa penting untuk mencari keseimbangan antara penggunaan teknologi dan interaksi sosial tatap muka?
CorrectIncorrect -
Question 21 of 30
21. Question
Roland Robertson mengemukakan konsep glokalisasi untuk menggambarkan proses interaksi antara budaya global dan budaya lokal. Dalam glokalisasi, elemen-elemen global tidak diadopsi begitu saja oleh masyarakat lokal, melainkan mengalami penyesuaian yang sesuai dengan konteks lokal. Hal ini sering terlihat dalam sektor ekonomi dan budaya, di mana produk global seperti makanan cepat saji, pakaian, atau teknologi, disesuaikan dengan selera dan nilai-nilai lokal di berbagai negara. Namun, glokalisasi juga memiliki kelemahan, di mana meskipun elemen lokal dipertahankan, identitas budaya global tetap mendominasi, menciptakan ketergantungan pada tren global yang tidak dapat dihindari. Bagaimana glokalisasi menurut Roland Robertson dapat menjaga identitas budaya lokal sambil tetap membuka peluang bagi budaya global, dan apa dampak negatif potensial dari proses ini?
CorrectIncorrect -
Question 22 of 30
22. Question
Kennedy mengajukan konsep kreolisasi untuk menggambarkan pencampuran antara budaya lokal dan budaya global, yang menghasilkan bentuk budaya hybrid. Kreolisasi terjadi di berbagai aspek kehidupan, seperti bahasa, musik, dan gaya hidup, terutama di daerah yang mengalami migrasi besar-besaran atau kolonialisme. Meskipun kreolisasi sering kali memperkaya budaya lokal dengan menambahkan elemen-elemen baru, ada kekhawatiran bahwa proses ini dapat menyebabkan erosi budaya asli dan penciptaan identitas baru yang tidak sepenuhnya mencerminkan akar budaya lokal. Dalam beberapa kasus, kreolisasi dapat menciptakan ketegangan antara kelompok yang ingin mempertahankan kemurnian budaya lokal dan kelompok yang menerima pencampuran budaya sebagai bagian dari modernisasi. Bagaimana kreolisasi menurut Kennedy menjelaskan interaksi budaya dalam era globalisasi, dan mengapa proses ini dapat menimbulkan ketegangan sosial di masyarakat?
CorrectIncorrect -
Question 23 of 30
23. Question
Ulrich Beck termasuk dalam kelompok skeptis yang mempertanyakan manfaat globalisasi, terutama bagi negara-negara berkembang. Beck mengkritisi bahwa dalam globalisasi, negara-negara berkembang masih sangat bergantung pada negara-negara maju dalam sektor produksi dan konsumsi. Menurut Beck, negara-negara maju mengendalikan teknologi canggih dan sektor industri bernilai tambah tinggi, sementara negara berkembang sering kali hanya menyediakan bahan mentah dan tenaga kerja murah. Beck juga menyatakan bahwa globalisasi tidak benar-benar menghapus batas negara, melainkan menciptakan ketergantungan baru yang memperburuk ketimpangan ekonomi antara negara maju dan negara berkembang. Menurut Ulrich Beck, bagaimana globalisasi memperparah ketimpangan antara negara maju dan negara berkembang, dan mengapa ketergantungan pada sektor produksi menjadi masalah bagi negara berkembang?
CorrectIncorrect -
Question 24 of 30
24. Question
Kelompok hiperglobalis melihat globalisasi sebagai kekuatan yang tidak terhindarkan dan membawa dampak positif bagi ekonomi global. Mereka percaya bahwa integrasi ekonomi yang lebih besar melalui perdagangan bebas, mobilitas tenaga kerja, dan aliran modal akan menciptakan kemakmuran yang lebih merata di seluruh dunia. Namun, kritik terhadap pandangan ini menekankan bahwa globalisasi juga dapat memperdalam ketimpangan antara negara maju dan berkembang, terutama karena negara maju lebih siap untuk memanfaatkan peluang ekonomi global. Bagaimana kelompok hiperglobalis melihat dampak globalisasi terhadap ekonomi global, dan apa kritik utama terhadap pandangan mereka?
CorrectIncorrect -
Question 25 of 30
25. Question
Kelompok transformasionalis memiliki pandangan yang lebih seimbang tentang globalisasi. Mereka berpendapat bahwa globalisasi membawa perubahan besar dalam struktur politik, ekonomi, dan budaya di seluruh dunia, tetapi dampaknya tidak seragam. Dalam pandangan ini, negara masih memainkan peran penting dalam mengelola dampak globalisasi, tetapi harus beradaptasi dengan realitas baru yang lebih kompleks. Negara-negara yang berhasil dalam era globalisasi adalah negara-negara yang dapat menyesuaikan diri dengan perubahan global sambil mempertahankan identitas nasional mereka. Bagaimana kelompok transformasionalis melihat peran negara dalam globalisasi, dan apa yang dibutuhkan negara untuk beradaptasi dengan realitas global yang berubah?
CorrectIncorrect -
Question 26 of 30
26. Question
Dalam menghadapi globalisasi dan era digital, penting bagi masyarakat untuk bersikap selektif terhadap elemen global yang diadopsi. Sikap selektif berarti masyarakat harus mampu membedakan antara elemen-elemen global yang membawa manfaat dan elemen-elemen yang dapat merusak identitas lokal. Dengan demikian, masyarakat dapat mengambil manfaat dari teknologi dan inovasi global sambil tetap menjaga nilai-nilai dan budaya lokal. Tanpa sikap selektif, ada risiko homogenisasi budaya yang menghilangkan kekayaan lokal. Mengapa sikap selektif terhadap globalisasi dan teknologi digital penting dalam menjaga keberagaman budaya lokal?
CorrectIncorrect -
Question 27 of 30
27. Question
Menurut Selo Soemardjan, menghadapi globalisasi dan era digital memerlukan ketangguhan sosial, yaitu kemampuan masyarakat untuk beradaptasi terhadap perubahan besar yang terjadi di lingkungan sosial, ekonomi, dan teknologi. Ketangguhan sosial mencakup upaya kolektif untuk mempertahankan solidaritas dan bekerja sama dalam menghadapi tantangan global seperti ketimpangan ekonomi, perubahan teknologi, dan perubahan nilai budaya. Tanpa ketangguhan sosial, masyarakat dapat terpecah dan kehilangan daya saing di dunia yang semakin global. Bagaimana ketangguhan sosial menurut Selo Soemardjan dapat membantu masyarakat menghadapi tantangan globalisasi?
CorrectIncorrect -
Question 28 of 30
28. Question
Selo Soemardjan juga menekankan pentingnya semangat gotong royong dalam menghadapi tantangan globalisasi. Gotong royong, sebagai nilai budaya Indonesia, memungkinkan masyarakat bekerja sama dalam menyelesaikan masalah-masalah sosial, ekonomi, dan budaya yang dihadapi bersama, terutama yang disebabkan oleh perubahan global. Dengan gotong royong, masyarakat dapat menciptakan kekuatan kolektif untuk mengatasi masalah seperti ketimpangan sosial dan ekonomi yang diperparah oleh globalisasi. Mengapa nilai gotong royong penting dalam konteks menghadapi globalisasi dan tantangan ekonomi di era digital?
CorrectIncorrect -
Question 29 of 30
29. Question
Selain ketangguhan sosial dan gotong royong, kreativitas dan inovasi juga sangat penting dalam menghadapi tantangan globalisasi di era digital. Menurut Selo Soemardjan, kreativitas memungkinkan masyarakat untuk menciptakan solusi lokal yang relevan dengan konteks global, sementara inovasi memungkinkan masyarakat untuk bersaing di pasar global tanpa sepenuhnya bergantung pada teknologi asing. Kreativitas dan inovasi juga mendorong perkembangan ekonomi lokal dan memperkuat daya saing masyarakat di era globalisasi. Mengapa kreativitas dan inovasi penting dalam menghadapi tantangan globalisasi dan bagaimana hal ini membantu masyarakat di era digital?
CorrectIncorrect -
Question 30 of 30
30. Question
Menurut Selo Soemardjan, kombinasi antara ketangguhan sosial, semangat gotong royong, dan kreativitas sangat diperlukan untuk menghadapi tantangan globalisasi di era digital. Ketiga elemen ini tidak hanya membantu masyarakat untuk beradaptasi dengan perubahan global, tetapi juga memperkuat identitas lokal dan solidaritas sosial. Tanpa elemen-elemen ini, masyarakat dapat kehilangan identitasnya dalam arus globalisasi dan teknologi yang semakin mendominasi. Mengapa kombinasi antara ketangguhan sosial, gotong royong, dan kreativitas penting untuk menghadapi tantangan globalisasi dan era digital menurut Selo Soemardjan?
CorrectIncorrect