Quiz Summary
0 of 30 Questions completed
Questions:
Information
You have already completed the quiz before. Hence you can not start it again.
Quiz is loading…
You must sign in or sign up to start the quiz.
You must first complete the following:
Results
Results
0 of 30 Questions answered correctly
Your time:
Time has elapsed
You have reached 0 of 0 point(s), (0)
Earned Point(s): 0 of 0, (0)
0 Essay(s) Pending (Possible Point(s): 0)
Categories
- Not categorized 0%
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
- 6
- 7
- 8
- 9
- 10
- 11
- 12
- 13
- 14
- 15
- 16
- 17
- 18
- 19
- 20
- 21
- 22
- 23
- 24
- 25
- 26
- 27
- 28
- 29
- 30
- Current
- Review
- Answered
- Correct
- Incorrect
-
Question 1 of 30
1. Question
Mendel melakukan eksperimen persilangan monohibrid pada tanaman kacang kapri untuk mempelajari pewarisan sifat warna bunga. Dalam percobaannya, ia menyilangkan tanaman berbunga ungu homozigot dominan (UU) dengan tanaman berbunga putih homozigot resesif (uu). Semua keturunan generasi F₁ memiliki fenotipe ungu dengan genotipe heterozigot (Uu), menunjukkan bahwa sifat warna ungu adalah dominan terhadap warna putih.
Ketika tanaman F₁ (Uu) disilangkan sesamanya, Mendel mengamati bahwa generasi F₂ menghasilkan rasio fenotipe 3:1 (ungu ) dan rasio genotipe 1:2:1 (UU). Fenotipe ungu muncul pada tanaman dengan genotipe UU dan Uu, sedangkan fenotipe putih hanya muncul pada genotipe uu.
Untuk mengidentifikasi genotipe tanaman berbunga ungu, Mendel menggunakan testcross, yaitu menyilangkan tanaman berbunga ungu dengan tanaman berbunga putih (uu). Hasil testcross memberikan informasi tentang genotipe tanaman berbunga ungu yang diuji: jika tanaman tersebut heterozigot (Uu), rasio fenotipe keturunan adalah 1:1. Namun, jika tanaman tersebut homozigot dominan (UU), seluruh keturunan berbunga ungu dengan rasio fenotipe 1:0. Jika tanaman berbunga ungu dari generasi F₂ disilangkan kembali dengan tanaman berbunga putih (testcross), berapakah rasio fenotipe yang dihasilkan, dan bagaimana hasil ini menjelaskan genotipe tanaman berbunga ungu yang disilangkan?
CorrectIncorrect -
Question 2 of 30
2. Question
Mendel menyilangkan tanaman kacang kapri berbunga ungu berbiji bulat (UUBB) dengan tanaman berbunga putih berbiji keriput (uubb) dalam eksperimen dihibid untuk mempelajari pewarisan dua sifat sekaligus. Generasi F₁ yang dihasilkan seluruhnya heterozigot (UuBb) dan menunjukkan fenotipe ungu bulat, karena alel ungu (U) dan bulat (B) adalah dominan terhadap alel putih (u) dan keriput (b).
Ketika generasi F₁ (UuBb) disilangkan sesamanya, hasil generasi F₂ menunjukkan rasio fenotipe 9:3:3:1:
- 9 ungu bulat (UU_B_),
- 3 ungu keriput (UU_bb),
- 3 putih bulat (uuB_),
- 1 putih keriput (uubb).
Hasil ini membuktikan bahwa gen warna bunga (U/u) dan bentuk biji (B/b) berpadu secara independen, sesuai dengan hukum Mendel tentang perpaduan bebas (independent assortment).
Ketika tanaman F₂ dengan fenotipe ungu keriput (Uubb) disilangkan dengan tanaman putih bulat (uuBb), setiap alel dari masing-masing gen dipasangkan secara acak selama pembentukan gamet, memungkinkan kombinasi fenotipe tertentu pada keturunan. Jika tanaman F₂ dengan fenotipe ungu keriput (Uubb) disilangkan dengan tanaman putih bulat (uuBb), berapa rasio fenotipe pada keturunan, dan bagaimana prinsip perpaduan bebas berlaku dalam persilangan ini?
CorrectIncorrect -
Question 3 of 30
3. Question
Bunga pukul empat (Mirabilis jalapa) menunjukkan dominansi tidak sempurna, di mana alel dominan (M) tidak sepenuhnya menutupi ekspresi alel resesif (m). Ketika tanaman berbunga merah (MM) disilangkan dengan tanaman berbunga putih (mm), semua keturunan F₁ memiliki bunga merah muda (Mm) karena ekspresi fenotipe merupakan campuran dari kedua alel.
Jika dua tanaman F₁ (Mm × Mm) disilangkan, generasi F₂ menunjukkan rasio genotipe 1 MM: 2 Mm: 1 mm, dengan rasio fenotipe 1 merah: 2 merah muda: 1 putih. Fenotipe merah muda pada heterozigot (Mm) membuktikan adanya dominansi tidak sempurna karena kedua alel berkontribusi terhadap fenotipe.
Ketika tanaman berbunga merah muda (Mm) disilangkan dengan tanaman berbunga putih (mm), hasil keturunan tergantung pada distribusi gamet selama pembentukan genotipe baru. Jika tanaman berbunga merah muda (Mm) disilangkan dengan tanaman berbunga putih (mm), berapakah rasio fenotipe yang dihasilkan pada keturunan, dan bagaimana dominansi tidak sempurna memengaruhi hasil ini?
CorrectIncorrect -
Question 4 of 30
4. Question
Seorang siswa melakukan eksperimen persilangan menggunakan tanaman kacang kapri dengan fenotipe bunga ungu heterozigot (Uu) dan bunga putih (uu). Berdasarkan hukum segregasi bebas Mendel, alel dominan (U) dan resesif (u) akan dipisahkan secara merata selama meiosis, menghasilkan rasio fenotipe 1:1 (ungu) pada keturunan.
Namun, hasil pengamatan siswa menunjukkan bahwa dari 100 tanaman yang dihasilkan, terdapat 60 tanaman berbunga ungu dan 40 tanaman berbunga putih, yang menyimpang dari rasio teoritis 1:1. Siswa mulai bertanya-tanya apakah hukum Mendel benar-benar berlaku atau apakah ada faktor lain, seperti peluang acak atau pengaruh lingkungan, yang menyebabkan penyimpangan ini.
Apa yang menyebabkan hasil rasio fenotipe tanaman tidak sepenuhnya sesuai dengan rasio Mendel, dan bagaimana hukum segregasi bebas menjelaskan fenomena ini?
CorrectIncorrect -
Question 5 of 30
5. Question
Seorang peneliti mempelajari pola pewarisan sifat pada tanaman dengan dua gen tertaut, yaitu gen A yang menentukan warna daun (A: hijau, a: kuning) dan gen B yang menentukan bentuk buah (B: bulat, b: lonjong). Peneliti mendapati bahwa gen A dan gen B selalu diwariskan bersama pada keturunan (A dengan B, a dengan b), menunjukkan bahwa gen ini terletak pada kromosom yang sama.
Dalam persilangan antara dua tanaman heterozigot (AaBb × AaBb), peneliti mengharapkan rasio fenotipe 9:3:3:1 sesuai hukum perpaduan bebas Mendel. Namun, hasil pengamatan menunjukkan bahwa sebagian besar keturunan memiliki fenotipe daun hijau-buah bulat (AB) atau daun kuning-buah lonjong (ab), dengan hanya sedikit keturunan yang memiliki fenotipe rekombinan, yaitu daun hijau-buah lonjong (Ab) atau daun kuning-buah bulat (aB). Mengapa hasil persilangan tersebut tidak sesuai dengan rasio fenotipe Mendel, dan apa yang menyebabkan rendahnya jumlah keturunan dengan fenotipe rekombinan?
CorrectIncorrect -
Question 6 of 30
6. Question
Seorang peneliti menyilangkan tanaman berbunga merah murni (MM) dengan tanaman berbunga putih murni (mm). Generasi F₁ seluruhnya memiliki bunga merah muda (Mm), menunjukkan adanya dominansi tidak sempurna.
Ketika dua tanaman F₁ (Mm × Mm) disilangkan, generasi F₂ menghasilkan rasio fenotipe 1 merah: 2 merah muda: 1 putih. Namun, peneliti memperhatikan bahwa fenotipe merah muda pada generasi F₁ lebih pucat dibandingkan generasi F₂ dengan genotipe yang sama (Mm).
Mengapa intensitas warna bunga merah muda pada generasi F₁ berbeda dari generasi F₂, meskipun genotipenya sama, dan bagaimana hal ini menjelaskan hubungan antara genotipe dengan fenotipe?
CorrectIncorrect -
Question 7 of 30
7. Question
Dalam kasus bunga pukul empat (Mirabilis jalapa), warna merah (MM) bersifat dominan tidak sempurna terhadap putih (mm), sehingga tanaman heterozigot (Mm) memiliki bunga merah muda.
Ketika tanaman berbunga merah muda (Mm) disilangkan dengan tanaman berbunga merah (MM), hasil keturunan menunjukkan adanya variasi genotipe dan fenotipe. Dari hasil persilangan tersebut, fenotipe merah muda muncul lebih sedikit dibanding fenotipe merah, sedangkan fenotipe putih tidak muncul sama sekali.
Berapakah rasio genotipe dan fenotipe keturunan dari persilangan Mm × MM, dan bagaimana dominansi tidak sempurna memengaruhi hasil ini?
CorrectIncorrect -
Question 8 of 30
8. Question
Seorang siswa melakukan eksperimen persilangan tanaman kacang kapri dengan genotipe heterozigot berbiji bulat-kuning (BbKk) dengan tanaman berbiji keriput-kuning (bbKk). Dalam eksperimen ini, gen bentuk biji (B/b) dan warna biji (K/k) terletak pada kromosom yang berbeda, sehingga diwariskan sesuai dengan hukum perpaduan bebas Mendel.
Siswa mencatat empat kombinasi fenotipe pada keturunan: bulat-kuning, bulat-hijau, keriput-kuning, dan keriput-hijau. Setelah dihitung, jumlah tanaman dengan fenotipe parental (bulat-kuning dan keriput-hijau) lebih banyak dibandingkan dengan tanaman berfenotipe rekombinan (bulat-hijau dan keriput-kuning).
Bagaimana hukum perpaduan bebas Mendel menjelaskan pewarisan sifat dalam persilangan ini, dan berapakah rasio fenotipe keturunan yang dihasilkan?
CorrectIncorrect -
Question 9 of 30
9. Question
Sistem inbreeding pada ternak adalah metode yang sering digunakan oleh peternak untuk menjaga kemurnian genetik dan mempertahankan sifat-sifat unggul tertentu dalam populasi. Inbreeding melibatkan perkawinan antara individu yang memiliki hubungan kekerabatan dekat, sehingga meningkatkan kemungkinan alel resesif muncul dalam keturunan. Hal ini dapat menghasilkan sifat genetik yang seragam tetapi juga meningkatkan risiko kelainan genetik, seperti penurunan kesuburan atau daya tahan terhadap penyakit.
Sebagai langkah mitigasi, peternak sering memanfaatkan cross breeding, yaitu perkawinan antara individu dari populasi yang berbeda, untuk meningkatkan variasi genetik dan mendapatkan sifat-sifat yang lebih unggul. Cross breeding memungkinkan peternak menggabungkan sifat-sifat unggul dari dua populasi, seperti meningkatkan produksi susu, daya tahan terhadap lingkungan, dan kekebalan terhadap penyakit, sehingga mengurangi dampak negatif dari inbreeding. Bagaimana inbreeding memengaruhi kualitas keturunan dalam praktik peternakan, dan apa manfaat utama cross breeding dalam mengurangi risiko genetik dari inbreeding?
CorrectIncorrect -
Question 10 of 30
10. Question
Dalam suatu penelitian genetika, seorang siswa melakukan persilangan antara dua tanaman kacang kapri heterozigot untuk warna biji dan bentuk biji. Warna biji kuning (K) bersifat dominan terhadap hijau (k), sedangkan bentuk biji bulat (B) dominan terhadap keriput (b). Tanaman pertama memiliki genotipe BbKk (heterozigot untuk kedua sifat), sedangkan tanaman kedua memiliki genotipe Bbkk (heterozigot untuk bentuk biji dan homozigot resesif untuk warna biji).
Setelah melakukan persilangan, siswa mencatat hasil keturunan sebagai berikut:
- 50% tanaman memiliki fenotipe bulat-kuning.
- 25% tanaman memiliki fenotipe bulat-hijau.
- 25% tanaman memiliki fenotipe keriput-hijau.
Berdasarkan hasil persilangan, apa genotipe dari tanaman dengan fenotipe bulat-kuning, dan bagaimana hukum perpaduan bebas Mendel menjelaskan distribusi rasio fenotipe pada keturunan?
CorrectIncorrect -
Question 11 of 30
11. Question
Tanaman pukul empat (Mirabilis jalapa) menunjukkan dominansi tidak sempurna dalam pewarisan warna bunga. Tanaman dengan genotipe merah murni (MM) disilangkan dengan tanaman putih murni (mm) menghasilkan keturunan F₁ dengan genotipe heterozigot (Mm) dan fenotipe merah muda. Dalam dominansi tidak sempurna, heterozigot memiliki fenotipe campuran yang berbeda dari kedua induk.
Seorang peneliti melanjutkan penelitian dengan menyilangkan tanaman berbunga merah muda (Mm) dengan tanaman berbunga merah murni (MM). Berdasarkan hasil pengamatan, dari seluruh keturunan:
- 75% memiliki bunga merah.
- 25% memiliki bunga merah muda.
- Tidak ditemukan tanaman berbunga putih.
Berdasarkan hasil persilangan, apa genotipe dan fenotipe keturunan yang dihasilkan, dan mengapa bunga merah lebih banyak dibandingkan bunga merah muda?
CorrectIncorrect -
Question 12 of 30
12. Question
Seorang peternak sapi menerapkan sistem cross breeding untuk meningkatkan kualitas ternaknya. Ia menyilangkan sapi dari ras A, yang memiliki daya tahan tinggi terhadap penyakit tetapi produksi susu rendah, dengan sapi dari ras B, yang memiliki produksi susu tinggi tetapi daya tahan rendah terhadap penyakit.
Hasil generasi pertama (F₁) menunjukkan sapi dengan kombinasi sifat unggul: produksi susu tinggi seperti ras B dan daya tahan terhadap penyakit seperti ras A. Namun, ketika generasi F₁ disilangkan untuk menghasilkan generasi berikutnya (F₂), sebagian keturunan kehilangan salah satu atau bahkan kedua sifat unggul tersebut. Hal ini membuat peternak mempertimbangkan strategi pemuliaan lain untuk menjaga sifat unggul tetap bertahan di populasi. Mengapa sifat unggul dari hasil cross breeding tidak selalu muncul pada generasi berikutnya, dan bagaimana strategi pemuliaan dapat digunakan untuk menjaga sifat unggul tersebut?
CorrectIncorrect -
Question 13 of 30
13. Question
Dalam praktik peternakan sapi, berbagai sistem perkawinan digunakan untuk mencapai tujuan tertentu seperti meningkatkan mutu genetik, menjaga kemurnian ras, atau menghasilkan keturunan dengan sifat unggul tertentu. Salah satu sistem yang sering digunakan adalah grading up, yaitu mengawinkan pejantan unggul dari bangsa sapi impor dengan betina lokal selama beberapa generasi untuk memperbaiki kualitas genetik.
Sebagai contoh, seorang peternak sapi Brahman mengawinkan pejantan unggul dari Brahman impor dengan betina lokal selama tiga generasi. Pada generasi ketiga, keturunannya menunjukkan peningkatan signifikan dalam produksi susu, daya tahan tubuh terhadap penyakit, dan efisiensi pakan. Di sisi lain, closed breeding dilakukan untuk menjaga kemurnian genetik suatu ras sapi dengan mengawinkan individu dalam populasi yang sama tanpa memasukkan gen baru dari luar. Sistem perkawinan apa yang diterapkan dalam kasus peternakan sapi Brahman tersebut, dan bagaimana mekanisme sistem tersebut memengaruhi peningkatan sifat unggul pada keturunan?
CorrectIncorrect -
Question 14 of 30
14. Question
Salah satu contoh teknik kloning adalah domba Dolly, yang dihasilkan melalui transfer inti sel dari donor ke sel telur yang telah dihilangkan intinya. Setelah inti sel donor dimasukkan, embrio hasil kloning ditanamkan pada rahim induk betina.
Pada tahun berikutnya, percobaan serupa dilakukan pada sapi untuk menghasilkan keturunan yang memiliki sifat unggul. Namun, beberapa keturunan kloning menunjukkan masalah kesehatan. Apa keunggulan utama teknik kloning dalam genetika, dan bagaimana risiko gangguan kesehatan dapat dijelaskan secara ilmiah?
CorrectIncorrect -
Question 15 of 30
15. Question
Seorang siswa menyilangkan kacang kapri dengan genotipe heterozigot untuk dua sifat, yaitu warna biji (kuning dominan terhadap hijau) dan bentuk biji (bulat dominan terhadap keriput). Persilangan dilakukan antara BbKk × BbKk, menghasilkan keturunan dengan rasio fenotipe 9:3:3:1 (bulat-kuning, bulat-hijau, keriput-kuning, keriput-hijau) sesuai hukum Mendel.
Namun, setelah diamati, rasio fenotipe yang dihasilkan tidak sepenuhnya sesuai dengan teori Mendel. Fenotipe parental (bulat-kuning dan keriput-hijau) lebih banyak dibandingkan fenotipe rekombinan (bulat-hijau dan keriput-kuning). Apa yang menyebabkan perbedaan jumlah fenotipe parental dan rekombinan, dan bagaimana hal ini menjelaskan pola pewarisan sifat pada persilangan ini?
CorrectIncorrect -
Question 16 of 30
16. Question
Seorang petani ingin menghasilkan tanaman kacang kapri dengan biji bulat berwarna kuning. Ia menyilangkan tanaman berbiji bulat kuning heterozigot (BbKk) dengan tanaman berbiji bulat hijau homozigot (BBkk).
Setelah persilangan, ia mencatat hasil rasio fenotipe keturunan sebagai berikut:
- 50% berbiji bulat kuning
- 50% berbiji bulat hijau
Bagaimana genotipe dan rasio genetik yang mungkin dihasilkan dari persilangan tersebut?
CorrectIncorrect -
Question 17 of 30
17. Question
Seorang peternak menerapkan sistem grading up untuk meningkatkan kualitas sapi lokal. Proses ini dilakukan dengan mengawinkan pejantan unggul impor dengan betina lokal selama lima generasi. Setelah generasi kelima, sebagian besar keturunan menunjukkan sifat unggul dari pejantan impor, seperti peningkatan produksi susu dan daya tahan tubuh, tetapi beberapa keturunan tetap menunjukkan sifat lokal seperti ukuran tubuh yang lebih kecil atau daya tahan yang rendah. Mengapa sifat lokal tetap muncul pada keturunan meskipun telah dilakukan grading up selama lima generasi?
CorrectIncorrect -
Question 18 of 30
18. Question
Seorang peternak menggunakan teknik kloning untuk menggandakan sapi unggul yang memiliki sifat-sifat istimewa, seperti produksi susu tinggi dan daya tahan tubuh kuat. Namun, beberapa hasil kloning mengalami gangguan kesehatan, termasuk pertumbuhan tidak normal, kerentanan terhadap penyakit, dan fungsi organ yang tidak optimal.
Kloning dilakukan dengan cara transfer inti sel donor ke dalam sel telur penerima yang telah dihilangkan intinya, kemudian embrio hasil kloning ditanamkan ke rahim sapi betina. Meski secara genetik identik dengan donor, hasil kloning tidak selalu menunjukkan performa unggul seperti yang diharapkan.
Apa yang menyebabkan gangguan kesehatan pada hasil kloning, dan bagaimana solusi untuk meningkatkan keberhasilan teknik ini?
CorrectIncorrect -
Question 19 of 30
19. Question
Dua tanaman disilangkan: tanaman A dengan genotipe AaBb, di mana alel A menghasilkan warna merah, dan alel B diperlukan untuk mengekspresikan warna. Tanaman B memiliki genotipe aabb, yang menghasilkan warna putih. Setelah persilangan, ditemukan bahwa 9 tanaman berwarna merah, 3 tanaman berwarna putih, dan 4 tanaman tidak memiliki warna sama sekali. Apa yang menyebabkan rasio fenotipe ini, dan bagaimana peran epistasis dalam persilangan tersebut?
CorrectIncorrect -
Question 20 of 30
20. Question
Dalam sebuah populasi kecil, dua individu heterozigot untuk penyakit genetik langka melakukan perkawinan (Aa × Aa). Hasil analisis genetik menunjukkan bahwa keturunannya memiliki risiko penyakit genetik 25%, sedangkan 50% lainnya merupakan pembawa sifat, dan 25% sepenuhnya bebas dari penyakit. Apa pengaruh perkawinan sedarah terhadap risiko kelainan genetik, dan bagaimana distribusi genotipe menjelaskan fenomena ini?
CorrectIncorrect -
Question 21 of 30
21. Question
Seorang petani ingin menghasilkan jagung dengan ketahanan tinggi terhadap kekeringan dan hasil panen yang melimpah. Ia menggunakan teknik persilangan tanaman jagung tahan kekeringan (KK) dengan tanaman jagung berproduksi tinggi (PP). F1 menunjukkan genotipe heterozigot (KkPp) dan ketahanan sedang. Ketika F1 disilangkan secara dihibid, ditemukan empat fenotipe utama. Bagaimana rasio fenotipe F2 dari persilangan ini, dan bagaimana genotipe memengaruhi karakteristik tanaman?
CorrectIncorrect -
Question 22 of 30
22. Question
Dalam persilangan tanaman kacang kapri BbRr × BbRr, di mana B dominan terhadap b untuk bentuk biji bulat, dan R dominan terhadap r untuk warna kuning, diperoleh rasio fenotipe keturunan 9:3:3:1. Bagaimana hukum perpaduan bebas Mendel memengaruhi hasil rasio tersebut, dan apa genotipe masing-masing fenotipe?
CorrectIncorrect -
Question 23 of 30
23. Question
Dua individu heterozigot (Aa) melakukan perkawinan sedarah. Dalam populasi kecil, ditemukan bahwa keturunan mereka memiliki peluang 25% mengalami kelainan genetik resesif. Hal ini disebabkan oleh homozigotitas alel resesif yang meningkat dalam perkawinan sedarah. Mengapa risiko genetik meningkat dalam perkawinan sedarah, dan bagaimana genotipe keturunan tersebut menjelaskan hal ini?
CorrectIncorrect -
Question 24 of 30
24. Question
Dalam persilangan antara tanaman genotipe AaBb dengan tanaman genotipe Aabb, ditemukan bahwa fenotipe keturunan menunjukkan rasio 12:3:1. Alel A dominan menghasilkan warna merah, sementara alel B hanya mengekspresikan warna jika ada alel A. Bagaimana epistasis memengaruhi pewarisan sifat ini, dan apa genotipe yang menghasilkan masing-masing fenotipe?
CorrectIncorrect -
Question 25 of 30
25. Question
Seekor sapi hasil kloning menunjukkan pertumbuhan lebih lambat dan rentan terhadap penyakit dibandingkan sapi asli. Peneliti menduga bahwa perubahan epigenetik selama proses kloning memengaruhi ekspresi gen. Apa yang menyebabkan perubahan epigenetik dalam proses kloning, dan bagaimana cara memperbaiki gangguan tersebut?
CorrectIncorrect -
Question 26 of 30
26. Question
Sebuah studi menemukan bahwa keturunan dari pasangan yang melakukan perkawinan sedarah memiliki risiko 25% menderita penyakit genetik resesif. Hal ini terjadi karena kedua pasangan membawa alel resesif yang sama. Apa yang menjadi penyebab utama risiko ini, dan bagaimana genotipe keturunan dapat menjelaskannya?
CorrectIncorrect -
Question 27 of 30
27. Question
Dalam persilangan antara tanaman bunga merah (AAbb) dengan tanaman bunga putih (aaBB), semua keturunan F₁ berbunga ungu (AaBb). Ketika tanaman F₁ disilangkan dengan sesamanya, rasio fenotipe keturunan adalah 9 ungu: 3 merah: 4 putih. Bagaimana epistasis memengaruhi pewarisan warna bunga ini?
CorrectIncorrect -
Question 28 of 30
28. Question
Seekor sapi hasil kloning menunjukkan pertumbuhan lambat dan gangguan metabolisme. Peneliti menduga bahwa masalah ini disebabkan oleh perubahan epigenetik selama proses kloning, yang memengaruhi ekspresi gen penting.
Bagaimana perubahan epigenetik dapat terjadi selama kloning, dan apa dampaknya pada hewan hasil kloning?
CorrectIncorrect -
Question 29 of 30
29. Question
Seekor kucing betina berbulu abu-abu (AaBb) dikawinkan dengan kucing jantan berbulu hitam (AAbb). Bulu abu-abu dominan terhadap bulu hitam, sedangkan pola belang (B) dominan terhadap pola polos (b). Dari hasil persilangan, ditemukan kucing berbulu hitam dengan pola polos. Apa genotipe kucing berbulu hitam dan berpola polos, serta bagaimana peluang kemunculannya dalam keturunan?
CorrectIncorrect -
Question 30 of 30
30. Question
Mendel menyilangkan tanaman kacang kapri berbunga ungu (Aa) dengan tanaman berbunga putih (aa). Dari hasil persilangan, diperoleh tanaman berbunga ungu dan putih dengan rasio fenotipe 1:1. Apa genotipe induk dan bagaimana Mendel menjelaskan pembentukan rasio fenotipe ini?
CorrectIncorrect