BAB 1 Sistem Reproduksi pada Makhluk Hidup
Quiz Summary
0 of 30 Questions completed
Questions:
Information
You have already completed the quiz before. Hence you can not start it again.
Quiz is loading…
You must sign in or sign up to start the quiz.
You must first complete the following:
Results
Results
0 of 30 Questions answered correctly
Your time:
Time has elapsed
You have reached 0 of 0 point(s), (0)
Earned Point(s): 0 of 0, (0)
0 Essay(s) Pending (Possible Point(s): 0)
Categories
- Not categorized 0%
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
- 6
- 7
- 8
- 9
- 10
- 11
- 12
- 13
- 14
- 15
- 16
- 17
- 18
- 19
- 20
- 21
- 22
- 23
- 24
- 25
- 26
- 27
- 28
- 29
- 30
- Current
- Review
- Answered
- Correct
- Incorrect
-
Question 1 of 30
1. Question
Dalam sistem reproduksi wanita, ovarium merupakan organ yang sangat penting dan memiliki berbagai fungsi yang saling berkaitan. Tidak hanya menghasilkan ovum, ovarium juga berperan dalam mengatur keseimbangan hormon reproduksi. Fungsi ini penting untuk menjaga siklus menstruasi tetap teratur, mempersiapkan uterus untuk implantasi embrio, dan mendukung proses kehamilan secara keseluruhan. Berdasarkan pemahaman tersebut, manakah pernyataan berikut yang paling tepat menggambarkan fungsi ovarium?
CorrectIncorrect -
Question 2 of 30
2. Question
Dalam siklus reproduksi wanita, lapisan endometrium pada dinding uterus memainkan peran yang sangat penting dalam mendukung proses reproduksi. Lapisan ini tidak hanya mengalami perubahan yang signifikan selama siklus menstruasi, tetapi juga berfungsi sebagai tempat implantasi embrio jika terjadi pembuahan. Endometrium dipengaruhi oleh hormon reproduksi seperti estrogen dan progesteron, yang mengatur ketebalan dan kondisi lapisan ini untuk mendukung perkembangan embrio. Namun, jika tidak terjadi pembuahan, endometrium akan meluruh, menyebabkan menstruasi.
Manakah dari pernyataan berikut yang benar mengenai fungsi lapisan endometrium dalam siklus reproduksi?
CorrectIncorrect -
Question 3 of 30
3. Question
Sistem reproduksi pria terdiri atas berbagai organ yang bekerja sama untuk menghasilkan dan mengangkut sperma ke saluran reproduksi wanita. Proses ini dimulai di testis, organ utama yang menghasilkan sel sperma melalui spermatogenesis dan hormon testosteron yang mendukung perkembangan karakteristik seksual sekunder pria. Sel sperma yang dihasilkan belum sepenuhnya matang dan memerlukan waktu di epididimis untuk proses pematangan dan penyimpanan sementara. Selanjutnya, sperma akan bergerak melalui vas deferens, saluran yang menghubungkan epididimis dengan uretra.
Sebelum dikeluarkan melalui ejakulasi, sperma bercampur dengan cairan yang dihasilkan oleh kelenjar prostat, vesikula seminalis, dan kelenjar Cowper. Cairan ini memberikan nutrisi, melindungi sperma dari lingkungan asam di saluran reproduksi wanita, serta memfasilitasi pergerakan sperma. Proses ini didukung oleh hormon seperti FSH, LH, dan testosteron, yang bekerja secara sinergis untuk memastikan fungsi optimal dari seluruh sistem reproduksi pria.
Berdasarkan penjelasan tersebut, manakah pernyataan berikut yang paling tepat menggambarkan proses reproduksi pria?
CorrectIncorrect -
Question 4 of 30
4. Question
Spermatogenesis adalah proses pembentukan sel sperma yang berlangsung di tubulus seminiferus, yaitu saluran berkelok di dalam testis. Proses ini dipengaruhi oleh kerja hormon reproduksi pria. Hormon FSH dari kelenjar pituitari merangsang aktivitas sel Sertoli di tubulus seminiferus, yang berperan dalam menyediakan nutrisi dan mendukung perkembangan sperma. Selain itu, LH merangsang sel interstisial (sel Leydig) di testis untuk menghasilkan hormon testosteron, yang sangat penting untuk memelihara fungsi spermatogenesis dan mendukung perkembangan organ reproduksi pria.
Spermatogenesis juga membutuhkan suhu tertentu agar berjalan optimal. Suhu ini sedikit lebih rendah daripada suhu tubuh, sehingga skrotum memiliki peran penting dalam menjaga suhu testis dengan cara mengendur atau mengencang sesuai kebutuhan. Selama proses ini, hormon-hormon reproduksi bekerja secara bersamaan untuk memastikan bahwa sperma yang dihasilkan memiliki kualitas tinggi.
Berdasarkan bacaan tersebut,
Manakah pernyataan berikut yang paling benar mengenai hubungan antara hormon reproduksi dan proses spermatogenesis?CorrectIncorrect -
Question 5 of 30
5. Question

Gambar di atas menunjukkan anatomi sistem reproduksi pria, di mana setiap organ memiliki peran khusus dalam mendukung proses pembentukan, pematangan, dan pengeluaran sperma. Organ yang ditunjukkan dengan tanda X adalah salah satu kelenjar penting dalam sistem reproduksi pria. Organ ini terletak di bawah kandung kemih dan mengelilingi uretra. Organ ini menghasilkan cairan yang menjadi salah satu komponen utama dari semen (air mani) dan berperan penting dalam melindungi serta mendukung sperma selama perjalanannya menuju saluran reproduksi wanita.
Cairan yang dihasilkan oleh organ X memiliki sifat basa yang membantu menetralkan lingkungan asam di vagina, sehingga meningkatkan peluang sperma bertahan hidup dan membuahi ovum. Selain itu, organ ini juga dapat mengalami gangguan, seperti pembesaran prostat (benign prostatic hyperplasia), yang dapat menghambat aliran urin dan ejakulasi.
Berdasarkan informasi tersebut, sebutkan nama organ X dan apa fungsi utamanya dalam sistem reproduksi pria.
CorrectIncorrect -
Question 6 of 30
6. Question
Motilitas atau kemampuan sperma untuk bergerak merupakan faktor krusial dalam menentukan peluang pembuahan pada proses reproduksi. Sperma yang memiliki motilitas tinggi lebih mungkin mencapai ovum di tuba fallopi dan berhasil melakukan pembuahan. Pergerakan ini dimungkinkan oleh aktivitas biologis yang kompleks, yang melibatkan organel di dalam sperma untuk menyediakan energi dan mendukung gerakan maju.
Apa yang memungkinkan sperma untuk bergerak secara aktif menuju ovum selama proses reproduksi?
CorrectIncorrect -
Question 7 of 30
7. Question

Organ X pada gambar di atas adalah salah satu bagian yang paling penting dalam sistem reproduksi wanita. Organ ini berbentuk saluran tipis dan berotot yang menghubungkan ovarium dengan uterus. Di dalam organ ini, terdapat struktur khusus berupa fimbriae, yaitu ujung berjumbai yang membantu menangkap ovum yang dilepaskan oleh ovarium selama proses ovulasi.
Selain itu, organ X memiliki peran penting dalam menjaga lingkungan mikro yang mendukung fertilisasi dan perkembangan awal zigot sebelum mencapai uterus. Ketika terjadi kerusakan pada silia atau dinding organ ini, proses transportasi ovum dan zigot dapat terganggu, sehingga mengurangi peluang keberhasilan pembuahan.
Berdasarkan deskripsi di atas, apakah nama organ X, dan peran utamanya dalam sistem reproduksi wanita?
CorrectIncorrect -
Question 8 of 30
8. Question
Pada tahap awal perkembangan zigot, blastosista terbentuk setelah serangkaian pembelahan sel. Apa struktur yang menyusun blastosista?
CorrectIncorrect -
Question 9 of 30
9. Question
Setelah zigot menempel pada dinding uterus dalam proses implantasi, perkembangan embrio dimulai. Sel-sel blastosista berkembang menjadi dua struktur utama, yaitu embrio dan jaringan ekstraembrionik. Jaringan ekstraembrionik ini mencakup plasenta, yang berfungsi sebagai penghubung antara ibu dan janin. Plasenta memungkinkan transfer nutrisi, oksigen, dan zat-zat penting lainnya dari darah ibu ke janin, serta membuang limbah dari janin ke tubuh ibu.
Tahapan perkembangan embrio melibatkan pembentukan tiga lapisan germinal utama: ektoderm, mesoderm, dan endoderm. Lapisan ini membentuk seluruh organ tubuh manusia, seperti sistem saraf dari ektoderm, sistem peredaran darah dari mesoderm, dan sistem pencernaan dari endoderm. Proses ini berlangsung secara bertahap hingga janin siap dilahirkan.
Berdasarkan informasi di atas, manakah pernyataan berikut yang paling tepat menggambarkan proses perkembangan embrio?
CorrectIncorrect -
Question 10 of 30
10. Question
Siklus haid adalah proses biologis yang rumit dan melibatkan koordinasi hormon untuk mempersiapkan tubuh wanita terhadap kemungkinan kehamilan. Siklus ini terdiri dari empat tahapan utama, yaitu menstruasi, fase folikular, ovulasi, dan fase luteal. Pada fase menstruasi (hari 1-5), lapisan endometrium yang tidak lagi dibutuhkan akan luruh dan keluar dari tubuh. Selama fase folikular (hari 6-13), hormon estrogen yang dihasilkan oleh ovarium merangsang pembentukan kembali lapisan endometrium sebagai persiapan untuk menerima embrio.
Ovulasi terjadi pada hari ke-14, dipicu oleh puncak hormon luteinizing hormone (LH), yang menyebabkan ovum dilepaskan dari ovarium ke tuba fallopi. Jika ovum tidak dibuahi, kadar hormon progesteron yang dominan selama fase luteal (hari 15-28) akan menurun, memicu peluruhan lapisan endometrium dan dimulainya siklus baru. Namun, jika fertilisasi terjadi, hormon human chorionic gonadotropin (hCG) yang dihasilkan oleh embrio akan mempertahankan kadar progesteron untuk menjaga lapisan endometrium tetap utuh.
Berdasarkan penjelasan tersebut, manakah pernyataan berikut yang paling tepat menggambarkan perubahan lapisan endometrium dalam siklus haid?
CorrectIncorrect -
Question 11 of 30
11. Question
Ovulasi adalah salah satu tahap penting dalam siklus haid yang terjadi sekitar hari ke-14. Tahap ini melibatkan pelepasan sel telur matang dari ovarium menuju tuba fallopi, dipicu oleh lonjakan hormon luteinizing hormone (LH). Sel telur yang dilepaskan bertahan selama 12-24 jam untuk menunggu fertilisasi oleh sperma, sementara sperma sendiri dapat bertahan hingga 5 hari di saluran reproduksi wanita, memberikan peluang pembuahan yang tinggi.
Selama fase ovulasi, lendir serviks berubah menjadi lebih cair dan basa, mempermudah pergerakan sperma menuju tuba fallopi. Jika tidak terjadi fertilisasi, sel telur akan meluruh bersama lapisan endometrium dalam proses menstruasi. Sebaliknya, gangguan pada hormon seperti LH atau estrogen dapat menghambat proses ini, menyebabkan kondisi yang disebut anovulasi, di mana ovulasi tidak terjadi.
Berdasarkan informasi di atas, manakah pernyataan berikut yang paling tepat menjelaskan ovulasi dan kondisi sel telur?
CorrectIncorrect -
Question 12 of 30
12. Question
Ejakulasi merupakan proses penting dalam sistem reproduksi pria, yang melibatkan pelepasan cairan semen yang mengandung sperma dari penis melalui uretra. Proses ini terdiri dari dua tahap utama: emisi dan ejakulasi. Pada tahap emisi, sperma yang dihasilkan di testis bergerak melalui vas deferens dan bercampur dengan cairan dari vesikula seminalis, kelenjar prostat, dan kelenjar Cowper. Cairan ini menyediakan nutrisi, melindungi sperma dari lingkungan asam di saluran reproduksi wanita, dan menciptakan medium yang optimal untuk motilitas sperma.
Selanjutnya, pada tahap ejakulasi, kontraksi otot-otot di sekitar saluran reproduksi, yang dikendalikan oleh sistem saraf simpatik, mendorong semen keluar melalui uretra. Komposisi semen sebagian besar terdiri atas cairan dari kelenjar reproduksi (90%) dan hanya sekitar 10% sperma. Proses ini biasanya terjadi bersamaan dengan orgasme, menandai puncak stimulasi seksual pada pria.
Berdasarkan informasi di atas, manakah pernyataan berikut yang paling tepat menjelaskan proses ejakulasi dan komposisi semen?
CorrectIncorrect -
Question 13 of 30
13. Question
Perhatikan diagram di bawah ini yang menunjukkan dua gangguan utama pada sistem reproduksi wanita: endometriosis dan PCOS (Polycystic Ovary Syndrome).

Berdasarkan diagram di atas, manakah pernyataan berikut yang paling tepat membandingkan endometriosis dan PCOS?
CorrectIncorrect -
Question 14 of 30
14. Question
Seorang pasien pria berusia 28 tahun datang ke klinik dengan keluhan nyeri saat buang air kecil dan keluarnya cairan abnormal dari penis. Dokter melakukan pemeriksaan laboratorium dan mendiagnosis pasien dengan gonore, yaitu penyakit menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. Dokter menjelaskan bahwa penyakit ini dapat diobati dengan pendekatan medis yang tepat, tetapi jika dibiarkan tanpa pengobatan, dapat menimbulkan komplikasi serius seperti infertilitas akibat infeksi menyebar ke saluran reproduksi pria, termasuk epididimis dan testis. Berdasarkan diagnosis dokter, langkah penanganan apa yang paling tepat untuk pasien ini, dan apa risiko komplikasi jika penyakit ini tidak segera diobati?
CorrectIncorrect -
Question 15 of 30
15. Question
Reproduksi vegetatif alami memungkinkan tumbuhan berkembang biak tanpa melalui proses fertilisasi atau pembentukan biji. Jenis-jenis reproduksi vegetatif alami melibatkan bagian tubuh tumbuhan seperti batang, akar, atau daun. Contohnya meliputi rhizoma, stolon, umbi, dan tunas. Rhizoma adalah batang bawah tanah yang tumbuh mendatar dan menghasilkan tunas baru, seperti pada jahe. Stolon adalah batang yang merambat di atas permukaan tanah, seperti pada stroberi. Umbi adalah organ penyimpanan makanan, contohnya kentang (umbi batang) dan bawang merah (umbi lapis). Apa yang membedakan rhizoma dan stolon dalam mekanisme reproduksi vegetatif alami pada tumbuhan?
CorrectIncorrect -
Question 16 of 30
16. Question
Reproduksi generatif pada tumbuhan berbiji melibatkan pembentukan sel kelamin jantan (serbuk sari) dan betina (ovulum). Serbuk sari dibentuk di kepala sari (antera) dan mengandung inti generatif serta inti vegetatif, yang berperan dalam pembuahan. Ovulum dibentuk di dalam bakal biji di ovarium. Setelah penyerbukan, inti generatif membentuk dua inti sperma untuk pembuahan ganda: satu inti membuahi sel telur untuk membentuk zigot, dan yang lain membuahi inti kandung lembaga untuk membentuk endosperma, cadangan makanan bagi embrio. Dalam reproduksi generatif tumbuhan berbiji, apa fungsi utama inti vegetatif dan inti generatif pada serbuk sari?
CorrectIncorrect -
Question 17 of 30
17. Question
Pembuahan ganda adalah proses unik yang terjadi pada tumbuhan berbiji (Angiospermae). Proses ini melibatkan dua inti sperma yang dihasilkan oleh inti generatif serbuk sari. Setelah penyerbukan, serbuk sari menempel di kepala putik dan membentuk buluh serbuk sari. Buluh ini menembus menuju bakal biji di ovarium, membawa dua inti sperma.
Satu inti sperma membuahi sel telur di dalam bakal biji, menghasilkan zigot yang akan berkembang menjadi embrio. Inti sperma lainnya membuahi inti kandung lembaga sekunder (inti polar), menghasilkan endosperma yang berfungsi sebagai cadangan makanan bagi embrio dalam biji. Proses ini memungkinkan tumbuhan menghasilkan biji dengan nutrisi yang cukup untuk mendukung perkembangan awal hingga berkecambah.Dalam proses pembuahan ganda pada tumbuhan berbiji, apa peran dari dua inti sperma, dan bagaimana hubungan pembuahan ini dengan perkembangan biji?
CorrectIncorrect -
Question 18 of 30
18. Question
Penyerbukan adalah transfer serbuk sari dari antera (bagian jantan) ke kepala putik (bagian betina) dalam tumbuhan berbunga. Penyerbukan dapat dibantu oleh angin, air, serangga, atau burung. Setelah serbuk sari mencapai kepala putik, buluh serbuk sari membawa inti generatif menuju bakal biji di ovarium. Pembuahan terjadi ketika inti sperma dari serbuk sari bertemu dengan sel telur di bakal biji, menghasilkan zigot yang berkembang menjadi embrio.
Penyerbukan juga menentukan keberhasilan pembuahan pada tumbuhan. Tumbuhan dengan penyerbukan silang cenderung menghasilkan keturunan dengan variasi genetik yang lebih besar dibandingkan penyerbukan sendiri, yang biasanya terjadi dalam satu bunga atau satu tanaman. Apa perbedaan utama antara penyerbukan sendiri dan penyerbukan silang, serta bagaimana pengaruhnya terhadap variasi genetik?
CorrectIncorrect -
Question 19 of 30
19. Question
Manakah pernyataan berikut yang paling tepat menggambarkan hubungan antara jenis penyerbukan, ciri-ciri bunga, dan hasil variasi genetik?
CorrectIncorrect -
Question 20 of 30
20. Question
Biji terdiri dari tiga bagian utama: kulit biji (testa), endosperma, dan embrio. Kulit biji melindungi bagian dalam biji dari kerusakan fisik atau kehilangan air. Endosperma adalah cadangan makanan yang mendukung perkembangan embrio selama perkecambahan. Embrio sendiri terdiri dari radikula, plumula, dan kotiledon. Radikula akan tumbuh menjadi akar, plumula menjadi tunas, sedangkan kotiledon menyediakan cadangan makanan sementara.
Perkecambahan biji dapat dibagi menjadi dua jenis utama:
- Epigeal, di mana kotiledon terangkat ke atas tanah (contoh: kacang hijau).
- Hipogeal, di mana kotiledon tetap berada di dalam tanah (contoh: jagung).
Bagaimana struktur biji mendukung proses perkecambahan, dan apa perbedaan antara perkecambahan epigeal dan hipogeal?
CorrectIncorrect -
Question 21 of 30
21. Question
Reproduksi vegetatif terjadi tanpa melibatkan proses pembuahan atau penyatuan gamet, menggunakan bagian tubuh tumbuhan seperti batang, akar, atau daun. Hasilnya adalah tanaman baru yang identik secara genetik dengan induknya. Contohnya adalah rimpang pada jahe, umbi batang pada kentang, dan cangkok pada mangga.
Reproduksi generatif melibatkan proses penyerbukan dan pembuahan, yang menghasilkan tanaman baru dengan kombinasi genetik dari kedua induknya. Contohnya adalah padi yang menyerbuki melalui angin dan durian yang menyerbuki melalui hewan. Proses ini memerlukan waktu lebih lama dibandingkan vegetatif, tetapi menciptakan variasi genetik yang mendukung adaptasi.
Manakah pernyataan berikut yang paling tepat menggambarkan perbedaan hasil akhir dari reproduksi vegetatif dan generatif?
CorrectIncorrect -
Question 22 of 30
22. Question
Apa keuntungan utama dari reproduksi vegetatif, dan bagaimana kekurangan proses ini memengaruhi kelangsungan hidup tanaman?
CorrectIncorrect -
Question 23 of 30
23. Question
Pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan diatur oleh hormon yang memiliki fungsi spesifik dan saling memengaruhi satu sama lain. Auksin merangsang pemanjangan sel pada ujung batang, sementara giberelin berperan dalam memacu pertumbuhan tinggi, pembentukan bunga, dan perkecambahan. Sitokinin bekerja dengan merangsang pembelahan sel dan memperlambat penuaan daun.
Namun, tidak semua hormon mendorong pertumbuhan. Asam absisat menghambat pertumbuhan, membantu tumbuhan bertahan dalam kondisi stres seperti kekeringan, dan mencegah biji berkecambah sebelum waktunya (dormansi). Etilena, hormon berbentuk gas, bertugas mengatur pematangan buah dan menyebabkan gugurnya daun.
Bagaimana interaksi antara hormon auksin, giberelin, sitokinin, asam absisat, dan etilena memengaruhi pertumbuhan dan adaptasi tumbuhan terhadap lingkungannya?
CorrectIncorrect -
Question 24 of 30
24. Question
Faktor eksternal seperti cahaya, suhu, kelembapan, dan air memengaruhi pertumbuhan tumbuhan secara signifikan. Bagaimana faktor eksternal seperti cahaya, suhu, kelembapan, dan air bekerja sama memengaruhi pertumbuhan tumbuhan, dan bagaimana tumbuhan seperti kaktus beradaptasi dengan lingkungan kering?
CorrectIncorrect -
Question 25 of 30
25. Question
Hewan memiliki dua jenis utama reproduksi, yaitu reproduksi vegetatif (aseksual) dan generatif (seksual). Contoh reproduksi aseksual meliputi pembelahan biner pada ameba, fragmentasi pada cacing pipih, dan budding (pertunasan) pada hydra. Contoh reproduksi generatif yang dibedakan berdasarkan lokasi pembuahan adalah, reproduksi generatif pembuahan internal (seperti pada mamalia) dan eksternal (seperti pada ikan).
Bagaimana perbedaan mendasar antara reproduksi vegetatif dan generatif pada hewan, serta dampaknya terhadap keanekaragaman genetik?
CorrectIncorrect -
Question 26 of 30
26. Question
Pembuahan internal dan eksternal memiliki kelebihan dan kekurangan. Pembuahan internal, seperti pada mamalia, lebih cocok untuk lingkungan darat karena melindungi sperma dan zigot dari kekeringan. Pembuahan eksternal, seperti pada ikan dan katak, lebih cocok di lingkungan air, tetapi membutuhkan pelepasan sperma dan telur dalam jumlah besar untuk memastikan keberhasilan pembuahan.Bagaimana adaptasi pembuahan internal dan eksternal membantu hewan bertahan di lingkungannya?
CorrectIncorrect -
Question 27 of 30
27. Question
Jumlah kromosom pada makhluk hidup bervariasi tergantung pada spesiesnya. Kromosom diploid (2n) mencakup pasangan kromosom homolog, sementara kromosom haploid (n) terdapat pada gamet hasil meiosis. Pada manusia, sel somatik memiliki 46 kromosom (23 pasang), yang terdiri dari 22 pasang autosom dan satu pasang kromosom seks. Organisme lain seperti ikan mas memiliki hingga 104 kromosom, sedangkan lalat buah hanya memiliki 8 kromosom.
Selama proses reproduksi generatif, gamet haploid dari jantan dan betina bersatu untuk membentuk zigot diploid. Meiosis memastikan bahwa jumlah kromosom tetap konstan pada generasi berikutnya, sementara mitosis memungkinkan pertumbuhan organisme dari zigot menjadi individu dewasa.
Bagaimana peran jumlah kromosom diploid dan haploid dalam proses reproduksi, dan apa yang terjadi jika jumlah kromosom pada zigot tidak sesuai dengan spesiesnya?
CorrectIncorrect -
Question 28 of 30
28. Question
Meiosis adalah jenis pembelahan sel yang sangat penting dalam sistem reproduksi karena menghasilkan gamet dengan setengah jumlah kromosom dari sel induk, memastikan bahwa jumlah kromosom tetap konstan dari generasi ke generasi. Proses ini berlangsung dalam dua tahap utama, yaitu meiosis I dan meiosis II. Meiosis I melibatkan pemisahan kromosom homolog, sementara meiosis II memisahkan kromatid dari setiap kromosom. Salah satu peristiwa penting dalam meiosis adalah crossing-over yang terjadi pada profase I, di mana segmen kromosom homolog bertukar materi genetik, menciptakan variasi genetik yang sangat penting untuk evolusi dan adaptasi spesies.
Namun, kegagalan meiosis dapat menyebabkan ketidakseimbangan jumlah kromosom, yang disebut aneuploidy, seperti trisomi 21 yang menyebabkan sindrom Down. Proses ini juga memastikan pewarisan sifat genetik melalui kombinasi genetik baru pada gamet. Tanpa meiosis, jumlah kromosom dalam setiap generasi akan terus bertambah, yang dapat mengganggu fungsi genetik.
Bagaimana tahapan meiosis mendukung pewarisan sifat dan stabilitas jumlah kromosom, serta apa yang akan terjadi jika terjadi kegagalan selama proses meiosis?
CorrectIncorrect -
Question 29 of 30
29. Question
Gangguan kromosom seperti trisomi dan monosomi terjadi akibat nondisjunction, yaitu kegagalan kromosom homolog atau kromatid untuk berpisah selama meiosis. Contoh trisomi adalah Sindrom Down, di mana kromosom 21 memiliki salinan ekstra. Monosomi dapat menyebabkan kegagalan perkembangan embrio.
Pewarisan sifat juga melibatkan kromosom seks. Mutasi pada kromosom seks dapat menyebabkan gangguan seperti sindrom Turner (XO) atau sindrom Klinefelter (XXY).Apa dampak nondisjunction pada pewarisan sifat, dan bagaimana gangguan ini memengaruhi perkembangan individu?
CorrectIncorrect -
Question 30 of 30
30. Question
Seorang bayi dilahirkan dengan ciri-ciri fisik berikut: kepala lebih kecil dari rata-rata (mikrosefali), otot-otot tubuh yang lemah, serta perkembangan mental yang lebih lambat dibandingkan bayi seusianya. Pemeriksaan genetik menunjukkan adanya kromosom ke-21 tambahan, sehingga bayi tersebut memiliki tiga salinan kromosom 21 dalam sel-selnya.
Nondisjunction saat meiosis pada salah satu orang tua bayi tersebut menyebabkan kegagalan kromosom homolog untuk berpisah dengan benar. Akibatnya, gamet yang dihasilkan memiliki kromosom ke-21 tambahan, yang diwariskan kepada bayi ini.
Berdasarkan informasi di atas, bagaimana proses nondisjunction dapat menyebabkan kelainan genetik pada bayi, dan langkah apa yang dapat dilakukan untuk mendeteksi kelainan ini sebelum kelahiran?
CorrectIncorrect